Followers

Total Pageviews

Clock Today

Popular Posts

Kampus Universitas Gunadarma

Kampus E Kelapa Dua universitas Gunadarma

Kampus Universitas Gunadarma

Internet Lounge Kampus E

Kampus Universitas Gunadarma

Kampus H Universitas Gunadarma

UG

UG Logo

Friday, March 25, 2016

Tugas 1 Manajemen Layanan Sistem Informasi #

Nama : Krisna Widiasa
Kelas : 2KA25/Transfer 2015
NPM : 1B115850

Tugas 1 Manajemen Layanan Sistem Informasi #

MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI

Secara Umum adapun pengertian dari Manajemen Layanan Teknologi Informasi atau ITSM (Information Technology Service Management) adalah suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi (TI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan. ITSM merupakan kebalikan dari pendekatan manajemen TI dan interaksi bisnis yang terpusat pada teknologi.
ITSM berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses (seperti TQM, Six Sigma,Business Process Management, dan CMMI). Disiplin ini tidak memedulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola, melainkan berfokus pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan TI dan interaksi antara personel teknis TI dengan pengguna teknologi informasi.
ITSM umumnya menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang disebut operations architecture, arsitektur operasi) dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan perangkat lunak komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya. Banyak pula perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung kepada konsumennya.
Sesuai dengan fungsi ini, ITSM sering dianggap sebagai analogi disiplin ERP pada TI, walaupun sejarahnya yang berakar pada operasi TI dapat membatasi penerapannya pada aktivitas utama TI lainnya seperti manajemen portfolio TI dan rekayasa perangkat lunak.
Kenapa Manajemen layanan diperlukan bagi perusahaan ?

Merujuk pada pertanyaan diatas tentunya jawabannya adalah hal ini disebabkan ketika suatu perusahaan mulai banyak membutuhkan IT sebagai penyedia layanan, semakin penting untuk memperhatikan tingkat kebaikan dan kualitas layanan.
Jika layanan IT ingin dikelola secara efektif, harus memperhatikan langkah-langkah yang akan diterapkan untuk memastikan bahwa kinerja yang sebelumnya telah sepakat untuk di toleransi.

Kerangka Kerja Manajemen Layanan Sistem Informasi

Berdasarkan Hal tersebut diatas terdapat kerangka kerja (Framework) dalam ITSM (Information Technology Service Management) atau Manajemen Layanan Sistem Informasi yaitu :



·         Information Technology Infrastructure Library (ITIL)
·         Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT)
·         Software Maintenance Maturity Model
·         PRM-IT IBM's Process Reference Model for IT
·         Application Services Library (ASL)
·         Business Information Services Library (BISL)
·         Microsoft Operations Framework (MOF)
·         eSourcing Capability Model for Service Providers (eSCM-SP) dan eSourcing Capability Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management.

Pada Pembahasannya disini saya Ambil Contoh Pembahasan Mengenai Framework/ Kerangka kerja pada beberapa contoh yaitu Information Technology Infrastructure Library (ITIL), Cobit dan Software Maintenance Maturity Model

1. Pengertian Information Technology Infrastructure Library (ITIL)

adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan  infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi. ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan TI. 

Komponen-komponen Information Technology Infrastructure Library (ITIL)

A.    Service Support 

            Service support membahas tentang proses dan komponen dalam operasional IT sehari-hari, seperti Incident Management, Problem Management, Change Management, Configuration Management dan Release Management. Pada dasarnya service support menjelaskan proses support dari IT dan bagaimana cara menangani suatu incident sebelum akhirnya masuk ke dalam problem management. komponen dari proses pada IT service management mempunyai peran masing-masing yaitu:

1.    Service desk sebagai single point of contact
2.    Release Management dalam melakukan testing suatu teknologi baru sebelum  di
       implementasi
3.    Build knowledge based untuk membantu mempercepat penyelesaian suatu incident

B.    Service Delivery

            Komponen-komponen dari Service Delivery adalah Financial Management for IT Services, Availability Management, Capacitiy Management, IT Service Continuity Management, Service Level Management. Service Delivery ini merupakan tactical proses artinya untuk mendukung bisnis dari sisi IT Service Management dalam jangka panjang bukan untuk operasional yang dilakukan setiap hari.


Tujuan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) 
adalah untuk menyediakan petunjuk untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi. Ini mencakup pilihan yang dapat diapdopsi dan diadaptasi oleh organisasi berdasarkan kebutuhan bisnisnya, keadaan, dan kedewasaan dari penyedia layanan


       Gambar 1, Framework ITIL kegiatan utama dari tahap siklus hidup layananan.

1. Service Strategy: Tahap perencanaan strategis dalam membangun kemampuan manajemen layanan (service management), dan penyelarasan layanan dan strategi bisnis.

Proses dan fungsi:

– Financial management
– Service portfolio management
– Demand management


2. Service Design: Tahap merancang dan mengembangkan layanan TI yang sesuai, termasuk arsitektur, proses, kebijakan dan dokumen; tujuan service desain adalah untuk memenuhi kebutuhan bisnis saat ini dan masa depan.

Proses dan fungsi:

− Service catalogue management
− Service level management
− Capacity management
− Availability management
− IT service continuity management
− Information security management
− Supplier management

3. Service Transition: Tahap mewujudkan kebutuhan dari tahapan sebelumnya, dan meningkatkan kemampuan dalam transisi layanan baru dan layanan modifikasi untuk dijadikan produksi.

Proses dan fungsi:

– Transition planning and support
– Change management
– Service asset and configuration management
– Release and deployment management
– Service validation and testing
– Evaluation
– Knowledge management

4. Service Operation: Tahap pencapaian efektivitas dan efisiensi dalam memberikan dan mendukung layanan dalam rangka untuk memastikan adanya nilai bagi pelanggan dan penyedia layanan.

Proses dan fungsi:

– Event management
– Incident management
– Request fulfillment
– Problem management
– Access management
– Monitoring and control
– IT operations
– Service desk


5. Continual Service Improvement: Fase menciptakan dan memelihara nilai bagi pelanggan dengan perbaikan desain, dan pengenalan layanan dan operasi.

Proses dan fungsi:

− The 7-step improvement process (CSI Improvement Process)
− Service reporting

Permasalahan dan Manfaat dari Penerapan ITIL Framework

Berikut ini adalah beberapa masalah atau kesalahan potensial yang terjadi pada saat penerapan ITIL Framework.

1. Pengenalan awal terhadap ITIL Framework mmbutuhkan waktu yang lama dan usaha yang signifikan, hal ini mencakup perubahan pada budaya organisasi.

2.  Jika struktur proses menjadi tujuan, maka bisa berdampak negatif pada kualitas pelayanan. Pada scenario ini, prosedur-prosedur yang tidak perlu dilihat sebagai gangguan birokratis yang harus dihindari.

3. Tidak ada peningkatan pada IT Service dikarenakan kurangnya pemahaman tentang proses yang terkait, indikator kinerja yang sesuai, dan bagaimana proses bisa terkontrol dengan baik.

4. Peningkatan pada ketentuan servis dan pengurangan biaya tidak cukup terlihat, karena tidak ada landasan data yang tersedia untuk perbandingan atau untuk mengidentifikasi target yang salah.

5. Implementasi yang sukses membutuhkan keterlibatan dan komitmen dari personel di semua level organisasi. Pengambilan keputusan sepihak bisa saja mengakibatkan terjadinya penolakan dari divisi lain.

6. Jika tidak ada investasi yang cukup dalam menyediakan tools atau training, maka servis tidak akan bisa ditingkatkan. Oleh karean itu, sumber daya dan personel tambahan bisa saja dibutuhkan dalam jangka pendek apabila perusahaan sedang disibukkan dengan rutinitas aktivitas.

Manfaat ITIL Framework Bagi Organisasi/Perusahaan

Selain potensi permasalahan, penerapan ITIL Framework ini juga memberikan manfaat bagi organisasi dan juga bagi pelanggan. Manfaat ITIL Framework bagi organisasi antara lain:

Organisasi dapay mengembangkan struktur yang lebih jelas, prosesnya menjadi lebih efefktif dan efisien, serta lebih fokus pada tujuan organisasi.

Organisasi bisa memegang kendali atau kontrol pada infrastruktur dan servis, serta perubahan yang terjadi lebih mudah dikelola.

 Dengan mengikuti best practices dari ITIL Framework, dihasilkan sebuah perubahan dalam menyediakan servis dan memperkenalkan Quality Management berdasarkan ISO 9000 atau BS15000.

Menyediakan kerangka untuk komunikasi internal dan komunikasi eksternal, serta untuk standarisasi dan identifikasi prosedur.

Manfaat yang dirasakan pelanggan dalam penggunaan ITIL Framework

Sedangkan manfaat yang bisa dirasakan pelanggan dengan ITIL Framework antara lain:

Ketentuan terkait dengan IT Service lebih fokus pada pelanggan dan kesepakatan tentang kualitas servis dapat mempererat hubungan.

Servis dapat dijelaskan dengan lebih baik, yaitu disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dan disertai dengan detail yang jelas.

 Kualitas, ketersediaan, keterpercayaan dan biaya dari servis bisa dikelola dengan baik, serta adanya peningkatan komunikasi dengan organisasi.

2. Framework Cobit
Control Objective for Information and related Technology, disingkat COBIT, adalah suatu panduan standar praktik manajemen teknologi informasi. Standar COBIT dikeluarkan oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA. COBIT 4.1 merupakan versi terbaru.
COBIT memiliki 4 cakupan domain, yaitu :
·         Perencanaan dan organisasi (plan and organise)
·         Pengadaan dan implementasi (acquire and implement)
·         Pengantaran dan dukungan (deliver and support)
·         Pengawasan dan evaluasi (monitor and evaluate)
Maksud utama COBIT ialah menyediakan kebijakan yang jelas dan good practice untuk IT governance, membantu manajemen senior dalam memahami dan mengelola resiko-resiko yang berhubungan dengan IT.
COBIT menyediakan kerangka IT governance dan petunjuk control objective yang detail untuk manajemen, pemilik proses bisnis, user dan auditor.


Gambar 2, Framework Cobit

3. Framework CMM (Software Maintenance Maturity Model)

CMM adalah model pembangunan atau pengembangan yang dipakai setelah terjadinya pengumpulan data dari sebuah organisasi tertentu. CMM ini merupakan tingkatan formal, syarat dan pengoptimalisasian terhadap proses-proses, dari sejumlah latihan untuk menyusun langkah-langkah, untuk menangani satuan hasil, dan mengaktifkan optimalisasi proses-proses.

Ketika CMM diaplikasikan kedalam sebuah Proses Pembangunan Software yg berjalan, CMM menyediakan sebuah pendekatan yang berguna untuk meningkatkan efektifitas terhadap proses yg berjalan tersebut. CMM juga dipakai sebagai model umum untuk meningkatkan bisnis proses sebuah organisasi pada berbagai area berbeda, seperti: software engineering, project management, system engineering,software maintenance, risk management, IT, pelayanan, bisnis proses secara umum, dan cocok untuk melihat sebuah hasil akhir dari sebuah kebutuhan.

Maturity Model merupakan kumpulan dari level-level terstruktur yang mendefinisikan tingkat baik/buruk perilaku, percobaan/pelatihan, dan proses dari organisasi. Maturity Model dapat terdiri atas:

·         Sebuah lokasi untuk memulai
·         Keuntungan dari pengalaman organisasi
·         Bahasa umum dan Penyebaran visi organisasi
·         Framework untuk memilah prioritas aksi-aksi
Sebuah teknik yang mendefinisikan kemajuan apa yang berarti pada organisasi

Maturity Model dapat juga dipakai sebagi sebuah ‘benchmark’ untuk perbandingan dan untuk mendapatkan pemahaman umum. Contoh: Pada proses pemilihan kontraktor software developer.


Gambar 3, Framework CMM
Sumber :

Wikipedia, Manajemen Layanan Sistem Informasi /ITSM 
  https://id.wikipedia.org/wiki/ITSM [diakses 25 Maret 2016]

Wikipedia, Framework Cobit https://id.wikipedia.org/wiki/COBIT [diakses 25 Maret 2016]

Framework CMM Organizational Process Maturity
http://www.kennethghartman.com/cmm-organizational-process-maturity [diakses 25 Maret 2016]

Pengertian dan Penerapan Information Technology Infrastructure Library  ITIL http://sisteminformasi.blog.binusian.org/2014/03/30/evaluasi-penerapan-itil-pada-sistem-manajemen-service-deck [diakses 25 Maret 2016]


Thursday, January 28, 2016

Teori Oganisasi Umum 2 - Pengelolaan Efisiensi yang Baik Cermin Keberhasilan Pada Bank Danamon

Pengelolaan Efisiensi yang Baik Cermin 
Keberhasilan Pada Bank Danamon




Perbankan sebagai salah satu lembaga keuangan yang memiliki peranan penting, dituntut untuk memiliki kinerja yang baik. Salah satu indikatornya adalah efisiensi. Tingkat efisiensi yang dicapai merupakan cerminan dari kualitas kinerja yang baik. Kemampuan menghasilkan output yang maksimal dengan input yang ada, adalah merupakan ukuran kinerja yang diharapkan.

PT Bank Danamon Indonesia,Tbk Merupakan Bank yang berdiri pada tahun 1956. Dengan nama awalnya yaitu Bank Kopra, Seiring dengan berjalannya waktu Bank ini kemudian berganti nama menjadi Bank Danamon sejak tahun 1976 dan berasal dari kata “dana moneter”.

Selanjutnya Pada tahun 1998 Bank Indonesia meluncurkan paket reformasi perbankan yang dikenal dengan “Paket Oktober 1988” atau PAKTO 88. Dengan tujuan utamanya adalah untuk membangun kompetisi dalam sektor perbankan dengan memberikan kemudahan persyaratan, termasuk liberalisasi peraturan tentang pendirian bank swasta domestik baru dan bank joint-venture. Sebagai hasil dari reformasi ini, Bank Danamon menjadi salah satu bank valuta asing pertama di Indonesia, dan menjadi perusahan publik yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.

Dalam hal ini Bank Danamon sebagai salah satu institusi finansial yang terbesar di Indonesia dan didukung oleh lebih dari 50 tahun pengalaman, Bank Danamon terus berupaya menjadi bank yang “bisa mewujudkan setiap keinginan nasabah” sesuai dengan brand promise-nya. Dengan fokus pada upaya memperkuat landasan, mengelola risiko kredit secara berhati-hati dan meningkatkan layanan untuk memberikan pertumbuhan berkelanjutan.

Bank danamon berupaya memusatkan sebagian besar usahanya untuk memperkuat fondasi secara lebih lanjut, Berbagai langkah telah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan dan menambah produktivitas jaringan pelayanan melalui sentralisasi proses bisnis, konsolidasi, serta memperkuat sinergi antara unit-unit usaha Danamon. Berdasarkan hal tersebut tentunya untuk mencapai suatu keberhasilan dalam pengelolaan efisiensi yang baik pada bank danamon. Tentunya kita harus memahami arti efisiensi sendiri. Efisiensi menurut para pakar ahli dikutip dari laman website pengertianpakar.com adalah :

-          Menurut Susilo,“suatu kondisi atau keadaan, dimana penyelesaian suatu pekerjaan dilaksanakan dengan benar dan dengan penuh kemampuan yang dimiliki”.

-          Menurut Hari Lubis, “Pengertian Efisiensi ialah suatu proses internal atau sumber daya yang diperlukan oleh organisasi untuk menghasilkan satu satuan output. Oleh sebab itu efisiensi dapat diukur sebagai ratio output terhadap input”.

-  Rahardjo Adisasmita mengungkapkan Pengertian Efisiensi merupakan komponen-komponen input yang digunakan seperti waktu, tenaga dan biaya dapat dihitung penggunaannya dan tidak berdampak pada pemborosan atau pengeluaran yang tidak berarti”.

-    Dalam kamus besar bahasa indonesia (kbbi) dikutip dari laman website http://kbbi.web.id/efisiensi pengertian efisiensi adalah: “Kemampuan menjalankan tugas dengan baik dan tepat (dengan tidak membuang-buang waktu,tenaga dan biaya)”.

Efesiensi merupakan syarat atau ukuran pelaksanaan kerja yang paling tepat sehingga dalam penerapannya bisa berjalan lancar yaitu pemaksimalan manfaat sumber-sumber yang dimiliki.adapun dalam penerapan pengelolaan efisiensi yang baik pada bank danamon tentunya hal tersebut didasarkan atas perencanaan tata kelola perusahaan yang baik pula pada bank danamon seperti prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang diterapkan pada bank danamon dikutip dari annual report Bank Danamon Pada Tahun 2007 sebagai berikut :

• Keterbukaan: pengungkapan informasi secara jelas, akurat dan 
      tepat waktu.

• Akuntabilitas: kewajiban, tanggung jawab, dan peran yang jelas antara komisaris, direktur   dan pemegang saham bank.

• Tanggung jawab: kepatuhan terhadap semua ketentuan hukum dan peraturan yang  berlaku dan komitmen untuk bertindak sebagai anggota masyarakat yang baik di tengah masyarakat.

• Independensi: obyektivitas anggota Komisaris dan Direksi dalam segala hal, termasuk  penilaian independen terkait dengan hal-hal yang melibatkan potensi benturan kepentingan.

• Keadilan: profesionalisme dan integritas dalam pengambilan keputusan untuk menjamin  perlakuan yang adil dan setara guna melindungi kepentingan pemegang saham.

• Integritas: kejujuran yang menjadi dasar perilaku yang menjamin proses pengambilan keputusan yang bebas dari benturan kepentingan dan meletakkan kepentingan perusahaan di atas kepentingan pribadi.

Dan dengan adanya prinsip-prinsip tersebut penerapan tata kelola perusahaan yang baik memainkan peran yang penting untuk mendapatkan kepercayaan dan penerimaan publik serta pemegang saham sehingga akan meningkatkan nilai perusahaan.

        Adapun syarat-syarat bagaimana keberhasilan Bank Danamon dalam pengelolaan efisiensi yang baik adalah sebagai berikut :

a. Berhasil guna (efektif)

Yang berarti bahwa segala sesuatu sampai pada tujuan pekerjaan yang dimaksud tanpa mengalami hambatan-hambatan, sehingga meraih prestasi tertentu. Dijelaskan bahwa target yang telah ditetapkan oleh managemen bank danamon telah tercapai tanpa mengabaikan kualitas. Ini terbukti di dalam annual Report Bank Danamon Tahun 2014 dimana danamon memperoleh  laba bersih konsolidasi yang tercatat setelah pajak sebesar Rp.2,6 Triliun. 

dan 
Pada akhir tahun 2014, aset konsolidasi Danamon mencapai Rp195,7 triliun, meningkat sebesar 6,2% dari Rp184,2 triliun pada tahun sebelumnya. Kualitas aset tetap terkelola dengan baik, sebagaimana ditunjukkan dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang cukup rendah sebesar 2,3%, sedangkan struktur modal tetap kuat dengan rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio – CAR) pada 17,9%. Dan tren positif ini kemudian berpengaruh juga kepada anak perusahaan dari bank danamon yaitu danamon syariah yang mencatatkan pertumbuhan pinjaman yang signifikan sebesar 34%. Hingga mencapai Rp.2,4 Triliun, Sedangkan Adira Insurance juga menunjukkan hasil yang menggembirakan, dimana premi asuransi (bruto) meningkat 20% dan mencapai Rp.2,15 Triliun Pada Tahun 2014

b. Ekonomis

Dengan Didukung fasilitas E-Bussiness pada Bank Danamon Diharapkan pada penerapan Fungsinya dapat mengurangi biaya operasional suatu perusahaan. Seperti pada penerapan E-Office Surat Keluar dan Masuk yaitu fungsinya untuk mengurangi kertas. Sehingga dalam implementasinya menggunakan jaringan elektronik tanpa harus mencetak/print ketika ada surat masuk ataupun Surat keluar. 
c. Pelaksanaan kerja dapat dipertanggung jawabkan

Untuk membuktikan bahwa dalam pelaksanaan kerja pada Bank Danamon benar-benar di buat se-objektif mungkin, mencerminkan fakta sesusungguhnya, dan tentunya dengan membuat report-report sebagai bukti pengeluaran-pengeluaran yang telah dilakukan pada penerapannya kemudian dituangkan ke dalam annual Report (laporan pengeluaran per tahun )berupa laporan keuangan Bank Danamon sebagaimana tercantum dalam annual report Bank Danamon Hal 1 pada gambar dibawah ini :




Gambar : Laporan Keuangan Bank Danamon Dikutip dari Annual Report Tahun 2014

Laporan Tersebut Dibuat dan Diketahui oleh dewan Direksi Bank Danamon Untuk kemudian dipertanggung jawabkan dalam bentuk surat pernyataan dan untuk kemudian ditanda-tangani oleh dewan direksi dan auditor.sesuai dengan standar akutansi keuangan di indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh pihak managemen untuk memungkinkan penyusunan laporan konsolidasian yang bebas dari  kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.


d. Pembagian kerja yang nyata

Bank danamon Dalam pembagian kerja harus didasarkan pada kemampuan masing-masing individu yaitu benar-benar berdasarkan beban kerja, ukuran kemampuan kerja dan waktu yang tersedia. Dalam hal ini Danamon memiliki aspirasi menjadi perusahaan pilihan untuk berkarya atau Employer of Choice. Sebagai salah satu lembaga keuangan terkemuka di Indonesia, Danamon menawarkan lingkungan kerja yang dinamis guna mendorong karyawan untuk memberikan kontribusi secara optimal dan, pada saat yang sama, mempelajari keahlian dan pengetahuan baru melalui program dan fasilitas pelatihan yang lengkap. Dan tentunya dengan SDM (Sumber dana Manusia) yang baik.
e. Rasionalitas wewenang dan tanggung jawab

Bank Danamon dalam pelaksanaan antara Rasionalitas wewenang dan tanggung jawab dari didasarkan atas Kebijakan Dewan Komisaris dan Direksi yang sama-sama melakukan pengawasan dan tanggung jawab pada pelaksanaan kinerja perusahaan. Adapun Wewenang dan Tanggung Jawab Tersebut berdasarkan atas Prinsip GCG (Good Corporate Governance) merupakan persyaratan mutlak bagi keberhasilan perusahaan saat ini.Untuk itu, hal tersebut selalu diupayakan di UUS Danamon.

Tujuannya tidak hanya untuk memenuhi ketentuan dari regulator, namun agar dapat mendukung Perusahaan untuk melanjutkan pertumbuhannya dan berhasil mencapai target yang ditetapkan dalam jangka panjang. Penerapan GCG hanya dapat dilakukan dengan adanya sinergi dan komitmen dari seluruh organ Perusahaan yaitu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Direksi, pejabat pimpinan dan seluruh karyawan Perusahaan. Manfaat penerapan GCG bagi Danamon dapat dilihat melalui pencapaian kinerja Danamon baik secara kuantitatif maupun kualitatif mencakup keuangan dan non keuangan, serta apresiasi dari pihak eksternal.

f. Prosedur kerja yang praktis

Sebagai salah satu lembaga keuangan terkemuka di Indonesia, Danamon menawarkan lingkungan kerja yang dinamis guna mendorong karyawan untuk memberikan kontribusi secara optimal bagi perusahaan adapun tata kelola perusahaan yang baik memberikan peranan penting dalam kemajuan keberhasilan perusahaan dalam hal ini Guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya,para anggota Dewan Komisaris dan Direksi telah mengikuti berbagai program pelatihan dan pengembangan selama tahun 2007.

Namun adapun pengelolaan efisiensi yang baik tentunya diikuti dengan peningkatan efisiensi yang lebih baik,beberapa cara dalam peningkatan efisiensi pada perusahaan yaitu :

- Pelaksanaan fungsi manajemen dengan tepat
- Pemanfaatan sumber-sumber dengan tepat pula
- Pelaksanaan fungsi-fungsi organisasi sebagai alat mencapai tujuan
  - Pengarahan & Dinamika organisasi untuk pengembangan & kemajuan yang berkesinambungan.

Sebagai Salah Satu Bank Untuk memperkokoh posisi Danamon di Industri perbankan nasional, Danamon merumuskan arah kebijakan utama melalui peningkatan peran bank yang mengutamakan pertumbuhan pada pembiayaan sektor usaha mikro, kecil dan menengah, pengelolaan likuiditas yang lebih optimal, peningkatan produktifitas sumber daya manusia, peningkatan efisiensi dan produktivitas melalui transformasi bisnis, serta peningkatan pengelolaan risiko dan tata kelola perusahaan yang baik.

STRUKTUR ORGANISASI DI DALAM PT BANK DANAMON INDONESIA,TBK

Menurut Handoko, di dalam bukunya 2003:169 Struktur organisasi (desain organisasi) dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi, maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tangggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) satuan kerja.

  Faktor-Faktor Utama Yang Menentukan Perancangan Struktur Organisasi :

·         Strategi organisasi untuk mencapai tujuannya
·         Teknologi yang digunakan
·         Anggota (karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi
·         Ukuran organisasi

BENTUK DAN TIPE ORGANISASI YANG DITERAPKAN BANK DANAMON

Struktur Organisasi penting sebab dengan adanya Struktur Organisasi dapat terlihat adanya hubungan kerja antara orang-orang dalam organisasi tersebut. Organisasi akan hidup terus dan berhasil kalau orang-orang yang ada di dalamnya dapat bekerjasama demi keberhasilannya. Struktur organisasi pada PT Bank Danamon Indonesia, Tbk merupakan tipe struktur organisasi komite yang dimana struktur organisasi ini merupakan Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan atau board dengan pluralistic manajemen.

Dengan diterapkannya struktur organisasi komite peran akan Executive Committee ( Pimpinan Komite) yang dimana para anggotanya mempunyai wewenang lini dan  Staff Committee yaitu anggota yang hanya mempunyai wewenang staf. Dan dalam pelaksanaannya  berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan. Adapun ciri-cirinya yaitu :

·         Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif
·         Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan
·         Asas musyawarah sangat ditonjolkan
·         Organisasinya besar & Struktur tidak sederhana

Struktur organisasi pada umumnya digambarkan dengan petak-petak yang dihubungkan dengan garis horizontal dan vertikal, kotak menggambarkan nama jabatan atau fungsi, sedangkan garis horizontal menggambarkan adanya garis komando.Adapun tipe  berikut ini adalah struktur organisasi Komite pada PT Bank Danamon Indonesia, Tbk :



Gambar Struktur Organisasi Komite PT.Bank Danamon Indonesia,Tbk

Ruang Lingkup Organisasi dan Metode Pada Bank Danamon

1.      Analisis Organisasi

PT. Bank Danamon Indonesia Tbk dalam struktur tata kelolanya memiliki Annual General Meeting of Shareholders (Rapat Umum Pemegang Saham), Melalui RUPS, para pemegang saham memiliki hak untuk mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta menyetujui remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi.

Namun di dalam tanggung jawab kelancaran akan usaha suatu perusahaan Bank Danamon Dipimpin oleh seorang Direktor Utama yang tugasnya mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan di bidang administrasi keuangan, kepegawaian, kesekretariatan sesuai dengan kebijakan perusahaan. Dan pemerintahan yang berlaku, Adapun dalam pelaksanaannya, seorang Direktur Utama bekerja sama dengan Dewan Komisaris dan Dewan Syariah dan dibantu oleh komite-komitenya.

2.      Komunikasi dalam organisasi
Publik internal dalam suatu perusahaan yaitu pemegang saham, top management, karyawan dan keluarga karyawan. Bank Danamon dalam melakukan kegiatan internal branding kepada karyawannya yaitu dengan program pengembangan diri yang ditempuh melalui pelatihan dan pemahaman (Seminar) mengenai pelayanan prima yang berhubungan dengan kepuasaan nasabah dan bagaimana meningkatkan program kerja perusahaan.

Adapun Sarana Komunikasi Yang Diterapkan Unit Internal Communication berada di bawah Divisi Public Affairs pada Bank Danamon Dikutip dari Annual Report Bank Danamon Tentang Tata Kelola Perusahaan tahun 2014 Salah Satunya adalah melalui Program Bisa! Award :

Bisa! Award

Bisa! Award adalah penghargaan yang diberikan kepada karyawan Danamon dan anak perusahaan, yang telah berprestasi dalam mendukung nilai-nilai budaya Danamon dan mewujudkan visi Bank. Bisa! Award 2014 digelar tanggal 17 Juli 2014 dengan partisipasi lebih dari 130 karyawan Danamon, Adira Finance, Adira Insurance dan Adira Kredit. Pemenang Bisa! Award 2014 diumumkan tanggal 30 Oktober 2014, dengan tiga pemenang untuk Kategori Umum dan tiga pemenang Kategori Service Excellence.     


Para Pemenang Bisa! Award 2014 bersama Jajaran Direksi Danamon dan Para Juri

3. Tata kerja, prosedur dan system kerja

Struktur tata kelola Danamon dibangun untuk menjamin pelaksanaan tata kelola Danamon berjalan sistematis, organ-organ dalam struktur tata kelola memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas sehingga dapat mendukung terlaksananya prinsip-prinsip tata kelola yang baik.

      Komite Aset dan Liabiliti, tugasnya memaksimalkan laba, meminimalkan risiko dan menjamin ketersediaan likuiditas.

      Komite Sumber Daya Manusia, tugasnya mempelajari dan mendiskusikan permasalahan di bidang SDM, menetapkan arah dan kebijakan di bidang SDM.

   Komite Fraud. Komite Fraud merupakan salah satu komite yang mendukung Dewan Direksi.Tugas dan tanggung jawab Komite Fraud antara lain melakukan evaluasi penanganan fraud dan pencegahannya. Kebijakan Whistle Blower memberikan kontribusi dalam pencegahan fraud, seluruh karyawan dapat melaporkan secara dini penyimpangan kode etik, pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, ataupun terjadinya fraud. 
  Kebijakan terkait Whistle Blower telah ditetapkan Danamon sejak tahun   
  2005.

     Komite Risiko, bertugas menelaah kecukupan Kebijakan Manajemen Risiko, serta memberikan pendapat dan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai Kebijakan Manajemen Risiko dan pelaksanaannya.

       Komite Bisnis Eksekutif. mengarahkan dan mengawasi seluruh kegiatan keuangan Danamon.

     Komite Pengarah Teknologi Informasi, bertugas merumuskan dan memutuskan kebijakan jangka panjang dan jangka pendek dalam hal perencanaan dan penerapan teknologi sistem informasi yang akan diterapkan.

     Komite Kepatuhan. bertanggung jawab atas penyebaran dan pengungkapan semua informasi yang berkenaan dengan kinerja Bank secara tepat waktu, akurat dan transparan, sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku bagi Bank sebagai perusahaan publik.

     Komite Pemantau Risiko, tugasnya mengevaluasi kesesuaian kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaannya.

   Komite Nominasi & Remunerasi, bertugas sebagai pengawas implementasi kebijakan pada nominasi dan remunerasi dari Direksi, Tim Manajemen, dan karyawan. Komite ini bertanggung jawab untuk mengawasi tugas dan tanggung jawab Direksi mengenai visi dan misi perusahaan/organisasi, mengembangkan kebijakan sumber daya manusian, evaluasi dan implementasi tata kelola perusahaan terkait kebijakan sumber daya manusia.

    Komite Corporate Governance. melaporkan seluruh kegiatan komite yang material kepada dewan komisaris.

     Komite Audit, komite ini membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi pengawasan guna memenuhi ketentuan Bursa Efek Jakarta tentang Pencatatan Saham dan Efek.

MANAJEMEN PT BANK DANAMON INDONESIA,Tbk

Adapun Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. Adalah sebagai berikut :


Direktur Utama
Sng Seow Wah
Dewan Komisaris :
Komisaris Utama: Ng Kee Choe.
Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen: JB. Kristiadi.
Komisaris: Gan Chee Yen.
Komisaris: Ernest Wong Yuen Weng.
Komisaris Independen: Manggi Taruna Habir.
Komisaris Independen: Made Sukada.
Komisaris Independen: Emirsyah Satar


Dewan Pengawas Syariah :

Ketua :Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin.
Anggota: Drs H. Karnaen A. Perwataatmadja, MPA, FII S.
Anggota: Dr. Hasanudin, M.Ag.



4.  Analisis kepegawaian

Kunci sukses pertumbuhan setiap perusahaan adalah kemampuannya dalam merekrut, mengembangkan dan mempertahankan talenta sumber daya manusianya. Danamon telah menetapkan sasarannya untuk menjadi Perusahaan Pilihan untuk Berkarya dengan menjadi
perusahaan yang menawarkan lingkungan kerja positif di mana setiap individu dapat mengembangkan seluruh potensinya. Bank Danamon percaya bahwa tujuan tersebut dapat
dicapai melalui fokus pada empat pilar utama berikut:

- Kepemimpinan: Para pimpinan Bank Danamon merupakan individu yang dihormati, kompeten dan berkomitmen baik pada profesinya maupun kepada kesejahteraan para karyawannya.

- Citra Perusahaan: Bank Danamon merupakan lembaga keuangan terkemuka di Indonesia yang dikelola oleh para profesional melalui praktik-praktik dengan standar internasional.

- Lingkungan Kerja: Bank Danamon menawarkan lingkungan kerja yang dinamis, penuh tantangan dan menyenangkan dengan karyawan yang saling menghargai.

- Kesempatan untuk Tumbuh: Bank Danamon menawarkan kesempatan secara adil kepada setiap karyawan untuk berkembang dan memberikan sumbangsih berdasarkan talenta dan potensinya sejalan dengan kebutuhan perusahaan

Sumber : Annual Report Bank Danamon 2007

Kesimpulannya adalah Dengan Pengelolaan Efisiensi yang baik, Pelaksanaan GCG di masa yang akan datang akan terus ditingkatkan, dan hal ini merupakan komitmen dari seluruh manajemen dan karyawan UUS Danamon demi mencapai kinerja sesuaitarget yang telah ditetapkan sehingga memberikan manfaat kepada seluruh stakeholders.

Sumber Referensi :


·         Website Utama PT. Bank Danamon Indonesia,Tbk  http://www.danamon.co.id/Home/

·         Annual Report PT. Bank Danamon Indonesia,Tbk http://www.danamon.co.id/Home/
AboutDanamon/InformasiInvestor/AnnualReport/tabid/258/language/id-ID/Default
.aspx [diakses 27 Januari 2016]

·         Pengertian Efisiensi, http://kbbi.web.id/efisiensi [diakses 27 Januari 2016]

·         Pengertian Efisiensi Menurut Para Ahli http://pengertiandefinisi.com/pengertian-efisien-menurut-para-ahli/ [diakses 27 Januari 2016]

·         Annual Report Corporate Governance,