Followers

Total Pageviews

Clock Today

Popular Posts

Kampus Universitas Gunadarma

Kampus E Kelapa Dua universitas Gunadarma

Kampus Universitas Gunadarma

Internet Lounge Kampus E

Kampus Universitas Gunadarma

Kampus H Universitas Gunadarma

UG

UG Logo

Thursday, May 5, 2016

Tugas 3_2 Ilmu Budaya Dasar

Jenis Masalah Kejiwaan Gejala, Penyebab, dan 
Alternatif Penanggulangannya

Setiap orang pasti tidak ingin mengalami gangguan jiwa. Namun, keadaan terkadang tak mampu membuat orang terhindar dari kondisi gangguan kejiwaan.Tingkat stres yang berlebihan karena suatu sebab yang sangat mengganggu fisik dan psikis merupakan faktor utama yang dapat menyebabkan seseorang kemudian terkena gangguan jiwa.

Gangguan jiwa merupakan kondisi adanya gejala klinis berupa sindroma pola perilaku dan pola psikologik yang sangat berkaitan dengan adanya rasa tidak nyaman, rasa nyeri, dan tidak tenteram. Berikut ini merupakan beberapa macam gangguan jiwa pada manusia. Salah Satunya yang akan saya bahas pada artikel ini  adalah Gangguan Jiwa Jenis Fobia.

1. Fobia

Fobia (gangguan anxietas fobik) adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya. Ada perbedaan "bahasa" antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat dirasa lucu jika seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kecoak atau tikus. Sementara di bayangan mental seorang pengidap fobia, subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan.

Dalam keadaan normal setiap orang memiliki kemampuan mengendalikan rasa takut. Akan tetapi bila seseorang terpapar terus menerus dengan subjek Fobia, hal tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya fiksasi. Fiksasi adalah suatu keadaan di mana mental seseorang menjadi terkunci, yang disebabkan oleh ketidak-mampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan perasaan takutnya. Penyebab lain terjadinya fiksasi dapat pula disebabkan oleh suatu keadaan yang sangat ekstrem seperti trauma bom, terjebak lift dan sebagainya.

Seseorang yang pertumbuhan mentalnya mengalami fiksasi akan memiliki kesulitan emosi (mental blocks) dikemudian harinya. Hal tersebut dikarenakan orang tersebut tidak memiliki saluran pelepasan emosi (katarsis) yang tepat. Setiap kali orang tersebut berinteraksi dengan sumber Fobia secara otomatis akan merasa cemas dan agar "nyaman" maka cara yang paling mudah dan cepat adalah dengan cara "mundur kembali"/regresi kepada keadaan fiksasi. Kecemasan yang tidak diatasi seawal mungkin berpotensi menimbulkan akumulasi emosi negatif yang secara terus menerus ditekan kembali ke bawah sadar (represi). Pola respon negatif tersebut dapat berkembang terhadap subjek subjek fobia lainnya dan intensitasnya semakin meningkat. Walaupun terlihat sepele, “pola” respon tersebut akan dipakai terus menerus untuk merespon masalah lainnya. Itu sebabnya seseorang penderita fobia menjadi semakin rentan dan semakin tidak produktif. Fobia merupakan salah satu dari jenis jenis hambatan sukses lainnya.



Gambar 1, Fobia
2. Jenis Fobia

2.1. Fobia Spesifik

Berdasarkan jenis ketakutannya, fobia dibagi menjadi dua. Fobia yang pertama adalah fobia spesifik. Fobia spesifik biasanya mulai berkembang sejak masa kanak-kanak atau remaja. Contoh-contoh fobia spesifik adalah fobia terhadap lingkungan (kedalaman air atau ketinggian), fobia terhadap hewan (ular, ulat, atau laba-laba), fobia terhadap situasi (berkunjung ke dokter),dan fobia secara fisik (takut jarum suntik atau darah).

2.2 Fobia Kompleks

Fobia jenis kedua adalah fobia kompleks. Jenis fobia ini biasanya berkembang di masa dewasa. Salah satu contoh fobia kompleks adalah fobia sosial. Orang yang menderita fobia ini akan merasa cemas ketika berada di lingkungan sosial. Mereka takut dipermalukan orang lain atau mempermalukan dirinya sendiri jika salah bicara. Tentu saja hal ini akan sangat mengganggu keseharian penderitanya, termasuk dampaknya dalam dunia bisnis, pekerjaan, relasi, maupun terhambatnya pengembangan diri.

Jenis fobia kompleks yang lainnya adalah takut terhadap tempat-tempat yang mana mereka merasa terperangkap atau takut meninggalkan rumah karena khawatir akan keadaan ramai. Gejala ini akan menjadi-jadi apabila mereka diserang rasa panik. Karena itu biasanya penderita akan menghindari situasi, seperti bepergian dengan kendaraan umum atau berada di tempat publik (restoran, pasar, atau supermarket). Istilah fobia seperti ini disebut juga sebagai agorafobia.

3. Gejala Fobia

Selain gejala psikologi berupa rasa takut, fobia juga bisa berdampak kepada kondisi fisik. Beberapa contoh gejala fisik yang timbul akibat fobia, antara lain:

·         Disorientasi atau bingung
·         Pusing dan sakit kepala
·         Mual
·         Dada terasa sesak dan nyeri
·         Sesak napas
·         Detak jantung meningkat
·         Tubuh gemetar dan berkeringat
·         Telinga berdengung
·         Sensasi ingin selalu buang air kecil
·         Mulut terasa kering
·         Penyebab fobia

4. Penyebab Timbulnya Fobia

Hingga kini penyebab fobia belum diketahui secara jelas. Meski begitu, ada beberapa faktor yang diduga kuat dapat menyebabkan kondisi ini, di antaranya:

Peristiwa traumatis. Ada beberapa contoh peristiwa yang dapat menyebabkan
seseorang mengalami trauma hingga pada akhirnya memicu munculnya fobia,
misalnya pengalaman diserang binatang atau serangga, pengalaman terjebak di
dalam sebuah ruangan tertutup atau lift, pengalaman berada di tengah-tengah
tawuran atau kerusuhan massa, pengalaman dimusuhi, atau mendapat penolakan dari
orang lain.

Temperamen yang tinggi. Seseorang yang berkepribadian terlalu sensitif, selalu
berpikiran negatif, dan sangat pemalu akan lebih rentan mengalami fobia.

Memiliki orang tua penderita fobia. Disinyalir bahwa fobia merupakan kondisi
yang dapat diwarisi. Apabila terdapat anggota keluarga yang memiliki fobia
terhadap situasi atau pun objek tertentu, maka risiko Anda terkena fobia juga tinggi
Pe

5.1. Diagnosis fobia

Disarankan untuk menemui dokter jika rasa takut Anda telah berdampak pada kebahagian dalam menjalani hidup dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Biasanya kasus semacam ini terkait kepada fobia kompleks.

Untuk mendiagnosis apakah pasien mengalami fobia sosial, dokter biasanya akan menanyai pasien apakah dirinya takut saat harus menghadiri acara sosial, berkomunikasi dengan orang lain, atau berbicara di depan umum. Dokter juga akan menanyakan apakah selama enam bulan ke belakang pasien mencemaskan orang lain menilai dirinya negatif, merasa malu saat berinteraksi dengan orang lain, atau pasien merasa cemas saat berada di tengah lingkungan sosial. Apabila hampir semua respons atas pertanyaan tersebut pernah dialami pasien, maka bisa dipastikan pasien tersebut mengalami fobia sosial.

Sama halnya dalam metode diagnosis agorafobia, dokter akan menanyakan apakah pasien cemas ketika dirinya keluar atau jauh dari rumah, berada di tengah kerumunan atau ruang terbuka (misalnya taman), dan cemas saat melakukan antrean. Untuk kasus sebaliknya, pasien akan ditanya apakah dirinya takut berada di rumah sendirian atau berada di ruang sempit tertutup (misalnya lift). Selain itu, dokter juga akan menanyakan apakah selama enam bulan ke belakang pasien khawatir mengalami serangan cemas sehingga sering menghindari situasi-situasi tersebut. Jika hampir semua jawaban positif, maka besar kemungkinan pasien mengalami agorafobia.

Untuk kasus fobia spesifik biasanya penderita jarang memeriksakan diri ke dokter karena sebagian besar dari mereka menyadari apa saja objek yang mereka takuti dan berusaha menghindarinya. Oleh karena itu, kondisi ini lebih jarang mengganggu aktivitas sehari-hari penderita.

5.2. Pengobatan fobia

Fobia bisa ditangani dengan dua cara, yaitu melalui terapi dan obat-obatan. Jenis terapi yang umumnya diterapkan untuk kasus fobia adalah terapi perilaku kognitif yang dikombinasikan dengan terapi pemaparan atau desensitisasi. Dalam terapi kombinasi ini rasa takut pasien terhadap suatu objek atau situasi akan dikurangi secara perlahan-lahan dengan cara meningkatkan frekuensi paparan terhadap objek atau situasi tersebut secara bertahap.

5.3. Contoh Kasus Fobia

Contohnya kasus pada pasien yang takut terhadap laba-laba. Sebagai langkah pertama, pasien akan disuruh dokter untuk membaca materi seputar laba-laba. Kemudian pasien juga akan ditunjukkan beberapa gambar serangga tersebut. Jika pada tahap ini pasien telah terbiasa, maka berikutnya dokter akan menaikkan level paparan dengan membawa pasien mengunjungi museum serangga dan melihat langsung laba-laba dari dekat. Apabila pada tahapan ini pasien berhasil mengatasi rasa takutnya, maka pada puncak terapi, pasien akan diajak dokter memegang laba-laba secara langsung.

Terapi kombinasi sering kali diterapkan oleh dokter untuk menangani fobia ketimbang metode lain, misalnya-obat-obatan, karena hasilnya yang sangat efektif.

5.4. Penanganan fobia dengan obat-obatan

Obat-obatan yang diberikan biasanya lebih bertujuan untuk membantu pasien menenangkan diri dan mengendalikan rasa takut dan paniknya terhadap suatu objek atau situasi yang ditakutinya. Salah satu obat yang biasa diberikan oleh dokter pada kasus fobia adalah obat antidepresan jenis penghambat pelepasan serotonin (SSRI). Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi transmiter di dalam otak yang bernama hormon serotonin. Serotonin berperan dalam menciptakan dan mengatur suasana hati.

Jenis obat fobia lainnya adalah obat penghambat beta. Obat ini sering kali digunakan dalam jangka pendek karena efektif mengurangi rasa takut dalam situasi tertentu. Contohnya adalah pemakaian obat sesaat sebelum acara berlangsung oleh seorang penyanyi yang mengalami demam panggung parah. Obat penghambat beta bekerja dengan cara menghambat reaksi-reaksi yang muncul dari stimulasi adrenalin akibat rasa cemas, misalnya suara dan tubuh gemetar, jantung berdebar, dan tekanan darah meningkat.

Selain antidepresan dan penghambat beta, obat lainnya yang bisa digunakan untuk menangani fobia adalah benzodiazepine atau golongan obat penenang. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi rasa cemas dan membantu penderita merasa santai atau rileks. Namun penting sekali untuk menaati petunjuk dari dokter dalam penggunaan benzodia pezine karena obat ini berpotensi menyebabkan ketergantungan pada pemakainya.





DAFTAR PUSTAKA

Fobia, Tersedia pada Link : https://id.wikipedia.org/wiki/Fobia [diakses 06 Mei 2016]

Fobia, Gejala dan Penanggulangannya, Tersedia pada Link :
http://www.alodokter.com/fobia [diakses 06 Mei 2016]




Tugas 3_1 Ilmu Budaya Dasar_Tari Tanggai

Nama : Krisna Widiasa
Kelas : 1KA22/Transfer 2015
NPM : 1B115850
Tugas 3_1 Ilmu Budaya Dasar

Tari Tanggai dari Palembang-Sumatera Selatan
                                                          
1. Tari Tanggai

Tari tanggai adalah sebuah tarian yang disajikan untuk menyambut tamu yang telah memenuhi undangan. Tari tanggai biasanya dipertontonkan dalam acara pernikahan adat daerah Palembang. Tari tanggai menggambarkan keramahan, dan rasa hormat masyarakat Palembang atas kehadiran sang tamu dan dalam tari ini tersirat sebuah makna ucapan selamat datang dari orang yang mempunyai acara kepada para tamu.

Tari tanggai memiliki persamaan dengan  tari Gending Sriwijaya. Perbedaannya adalah Tari tanggai dibawakan oleh 5 orang sedangkan tari Gending Sriwijaya dibawakan oleh 9 orang dan perlengkapan penari Gending Sriwijaya lebih lengkap dibandingkan dengan Tari tanggai. Penari tari Tanggai menggunakan pakaian khas daerah seperti kain songket, dodot, ending, kalung, sanggul malang,  kembang urat atau ramai, tajuk cempako, kembang goyang dan tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga dan kerana tanggai yang dipakai penari, maka tari ini dinamakan tari tanggai.

Tari ini merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai dengan busana khas daerah sehingga penari kelihatan lebih anggun. Kelenturan gerak dan lentiknya jemari penari menunjukan betapa tulusnya tuan rumah memberikan penghormatan kepada tamu. Perpaduan gerak gemulai penari dengan harmoni lagu pengiring yang berjudul “enam bersaudara” melambangkan keharmonisan hidup masyarakat Palembang.

Pada zaman sekarang, tari tanggai selain dipertontonkan dalam acara pernikahan masyarakat Palembang,tari ini juga dipertontonkan dalam acara-acara resmi organisasi dan pergelaran seni di sekolah-sekolah. Sanggar-sanggar seni di kota Palembang banyak yang menyediakan jasa pergelaran tarian tanggai ini, lengkap dengan kemewahan pakaian adat Sumatra Selatan.



Gambar 1, Tari Tanggai

1.1.Musik Pengiring

Musik pengiring di dalam tari tanggai merupakan sebuah musik yang menggabungkan sebuah instrumental yang digarap oleh komponis dan sekaligus di iringi oleh beberapa gendang dan satu buah gong yang berperan sebagai ritem/ritme.

Iringan instrumental di dalam tari tanggai sendiri, menggambarkan nuansa melayu dan tidak meninggalkan warna atau rasa dari musik daerah Palembang. Adapun alat musikyang dipergunakan untuk mengiringi tari tanggai adalah :
·         Accordion
·         Biola
·         Gendang
·         Gong

Judul dari lagu pengiring tari tanggai adalah “Enam Bersaudara”, sedangkan untuk penciptanya tidak diketahui dengan jelas siapa penciptanya. Pada masa ini, di dalam penyajian musik tari tanggai, seseorang yang akan mengadakan acara melihat situasi dan kondisi tempat dari pemilik acara, sehingga nantinya lagu “Enam Bersaudara" bisa diiringi oleh organ tunggal, band, atau juga dapat menggunakan alat musik tradisional khas daerah.

2. Sejarah Asal Mula Tari Tanggai

Pada zaman dahulu, tari tanggai dipersembahkan terhadap dewa siwa dengan membawa sesajian yang berisi buah dan beraneka ragam bunga, karena tari tanggai pada masa ini tari tanggai merupakan tari yang di sakralkan atau di sucikan karena fungsinya sebagai pengantar persembahan terhadap dewa-dewa dalam kepercayaan Buddha dan tidak boleh ditarikan sembarangan. Tari Tanggai yang ada di Palembang memiliki banyak kesamaan dengan tarian yang ada di China. Ini disebabkan karena pada zaman dahulu di Sumatra Selatan ada sebuah kerajaan yang dibangunan oleh generasi Raja Syailendra yang memeluk agama Buddha. Secara tidak langsung, tarian Tanggai ini pun diajarkan karena tari ini berfungsi sebagai tari pemujaan dan persembahan dalam kepercayaan agama Buddha.

Pada zaman penjajahan Belanda, Pemerintah Belanda tidak memperbolehkan perempuan untuk menari, sehingga hanya laki-laki yang boleh menari dan pada kemudian hari mereka tertarik dengan tanggai, maka pada tahun 1920 mereka menggunakan tanggai dan sekapur sirih (sirih, pinang, kapur, gambir dan tembakau yang di jadikan satu, yang disusun dalam sebuah tepak sirih) yang berfungsi sebagai tari sambut yang dinamakan Tari Tepak atau Tari tanggai.

Pada zaman penjajahan Jepang, tari ini tidak boleh ditampilkan, maka penjajah Jepang memita Sukainah Rozak selaku Putri karesidenan Palembang untuk menciptakan garakan Tari Gending Sriwijaya. Sedangan syair lagu dari Tari Gending Sriwijaya diciptakan oleh Nung Cik AR, dan musik Tari Gending Sriwijaya di ciptakan oleh Dahlan Mahibat.

Pada tahun 1965 terjadi pemberontakan PKI dan pencipta syair tersebut, yakni Nung Cik AR disinyalir merupakan anggota PKI sehingga ia ditangkap dan Tari Gending Sriwijayapada saat itu tidak boleh ditampilkan. Namun, dikarenakan banyaknya Tamu Kehormatan Negara dan Pejabat Negara yang datang ke Palembang dan tidak adanya tarian yang biasa digunakan untuk menyambut tamu-tamu yang datang, maka ibu Elly Rudi dan ibu Anna Kumari mengangkat kembali dan menyusun gerakan-gerakan tarian yang sebelumnya digunakan sebagai penghormatan terhadap tamu yang datang ke Palembang, yakni Tari Tanggai.

3. Makna Tari Tanggai

Tari ini diberi nama Tanggai karena para penari yang mementaskan tarian ini semuanya menggunakan tanggai yang dipasang pada delapan jarinya kecuali jari jempol. Tanggai terbuat dari kuningan atau perak yang kemudian dipasangan pada ujung jaring tangan. Jadi, sebenarnya kekuatan dan keindahan tarian ini terletak pada tanggai atau kuku palsu yang dikenakan oleh para penarinya. Pada saat hari-hari besar atau saat acara-acara lain, tarian ini selalu ditampilkan setelah tamu kehormatan datang dalam acar tersebut. Setelah tamu duduk di tempat yang disediakan, tari ini akan dipentaskan sebelum acara dimulai.  Pada dasarnya, tarian ini memiliki beberapa fungsi, yaitu
a. Sebagai Lambang/Simbol Kehormatan
Dalam tarian ini,ada seorang penari yang menjadi penari utama. Penari tersebut membawa tepak berisi sekapur sirih. Bagi masyarkaat Palembang jaman dulu, pemberian kapur sirih menjadi tanda hormat bagi tamu yang datang. Penari sekapur sirih terdiri dari dua macam yaitu penari sirih tidak jadi dan jadi.Siri jadi merupakan siri yang telah diramu sementara siri tak jadi merupakan siri yang akan diramu tamu itu sendiri.
b. Sebagai Hiburan
Tarian ini selalu dipentaskan setiap ada acara adat baik acara resmi maupun yang tidak resmi. Bagi para penari, tarian ini menawarkan kenikmatan tersendiri. Selain biasanya dipentaskan untuk acara-acara formal, tarian ini juga telah menjadi hiburan rakyat karena rakyat bisa melihat betapa indahnya gerakan-gerakan dan kepiawaian sang penari dalam menarikan tarian ini.
c. Sebagai Media Pendidikan
Selain menawarkan unsur hiburan, Tari Tanggai ini juga menawarkan unsur pendidikan. Jadi, dari tarian ini, orang-orang yang melihatnya akan mengetahui bagaimana keindahan kebudayaan di Palembang dan mempelajari bagaimana tarian ini. Musik pengiring tarian ini adalah musik yang menggabungkan sebuah instrumnn yang dikerjakan oleh komponis dalam menyajikan musik iringan untuk tarian ini.





DAFTAR PUSTAKA

Tari Tanggai, Tersedia pada Link : https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_tanggai [diakses 06 Mei 2016]

Tari Tanggai Untuk Menyambut Tamu, Tersedia pada Link :
http://pusakapusaka.com/tari-tanggai-tarian-untuk-menyambut-tamu-di-palembang.html [diakses 06 Mei 2016]




Friday, April 22, 2016

Tugas 2_3 Ilmu Budaya Dasar "Membuat Judul Puisi "

Nama : Krisna Widiasa
Kelas : 1KA22/Transfer 2015
NPM : 1B115850
Tugas 2_3 Ilmu Budaya Dasar


Membuat Judul Puisi

Tema : Cinta dan Harapan

Dibuat Oleh : Krisna Widiasa

“Kupu-Kupu Coklat Susu”

Kupu-Kupu Coklat Susu Tersipu Malu
Setelah Bibirnya Bertabur Madu
Dua Sayapnya Tampak Lesu
Semalaman Pikirannya Tak Menentu
Semua Temannya akan Pergi ke Hulu
Meninggalkan Telaga Biru

Hari Ini Tanpa Menunggu Waktu
Mereka Tinggalkan Kupu-Kupu Coklat Susu
Sendiri..Diam..Membisu

Kupu-Kupu Coklat Susu Memandang Telaga Biru
Kupu-Kupu Coklat Susu Memberi Telaga Biru Sedikit Madu
Agar Merasakan Hatinya Pilu Meminum Air Telaga Biru
Pengobat Hatinya Yang Rindu Pada Teman-Temannya Dahulu


Jakarta, 21 April 2016

Tugas 2_2 Ilmu Budaya Dasar "KONSEP BUDAYA DALAM KESUSASTRAAN"

Nama : Krisna Widiasa
Kelas : 1KA22/Transfer 2015
NPM : 1B115850
Tugas 2_2 Ilmu Budaya Dasar

         KONSEP BUDAYA DALAM KESUSASTRAAN

Ilmu Budaya Dasar secara sederhana adalah pengetahuan yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan. Suatu karya dapat saja mengungkapkan lebih dari satu masalah, sehingga ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu filsafat ataupun ilmu tari yang terdapat dalam pengetahuan budaya, tetapi ilmu budaya dasar menggunakan karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk.

Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep.Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa definisi kebudayaan adalah sebagai berikut :

1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat budaya daerah dan budaya nasional


Gambar 1, Konsep Budaya dalam kesusastraan

Ilmu Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia. Unsur-unsur kebudayaan meliputi :

1. Sistem Religi/ Kepercayaan
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Ilmu Pengetahuan
4. Bahasa dan kesenian
5. Mata pencaharian hidup
6. Peralatan dan teknologi

Ilmu Budaya Dasar Yang Di Hubungkan Dengan Prosa

Istilah prosa banyak padanannya terkadang disebut naratif  fiction, prose fictic, atau hanya fiction saja dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal yang dipakai pada roman, novel dan cerita pendek. Prosa adalah karya sastra yang disusun dalam bentuk cerita secara bebas, yang tidak terikat rima dan irama.

Jenis-jenis Prosa yaitu adalah Prosa lama dan prosa baru.

 Prosa lama meliputi :

1. Dongeng-dongeng
2. Hikayat
3. Sejarah
4. Epos
5. Cerita pelipur lara

Sedangkan Prosa baru meliputi :

1. Cerita pendek
2. Roman/ novel
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi

Contoh Cerita Fiksi

Cerita Pendek Karangan: M Yusuf Abul Mahasin
Lolos moderasi pada: 2 April 2016

Petualangan Mencari Tahu Tentang Batik


Pada suatu hari, ada pelajaran yang disukai olehku dan juga teman-teman. Pelajaran yang kami sukai adalah pelajaran Bahasa Indonesia. Kami suka pelajaran tersebut, karena guru yang mengajar adalah Ibu Eni. Bu Eni adalah sosok yang tegas, adil, dan dapat menghibur.

“Selamat pagi, Anak-anak,” sapa Bu Eni. “Selamat pagi, Bu,” jawab teman-teman.

“Sekarang pelajarannya adalah Bahasa Indonesia!” perintah Bu Eni. “Sekarang ambil buku kalian dan buka halaman 125!” sambung Bu Eni. Teman-teman pun akhirnya mengeluarkan buku Bahasa Indonesia dan membuka halaman 125. Setelah teman-teman membuka halaman 125, Bu Eni berkata, “Di situ dijelaskan bahwa kalian harus mengeksplor kebudayaan atau hasil karya dari Kota Pekalaungan!” jelas Bu Eni. “Kalian paham?” sambung Bu Eni. Teman-teman pun menjawab secara serentak.


“Paham, Bu,” jawab teman-teman.
“Sekarang, Ibu akan membagi kalian menjadi beberapa kelompok!” kata Bu Eni.“Kelompok yang pertama adalah Rizal, Ali, Reza, Sheva, dan juga Naufal!” sambun Bu Eni.


Namaku adalah Muhammad Rizal. Aku lahir pada tahun 2000. Di rumah aku mempunyai teman yang bernama Ali, Reza, Sheva, dan Naufal. Mereka juga merupakan teman sekelas denganku.


Tidak beberapa lama kemudian, bunyi bel pulang sekolah akhirnya terdengar. “Sekarang kalian berkemas-kemas, berdoa, dan kemudian pulang!” perintah Bu Eni. Saat pulang sekolah, aku dan anggota kelompok berkumpul dahulu sebelum pulang untuk membahas tugas dari Ibu Eni. “Teman-teman!” kataku.
“Bagaimana ini? Kita akan mencari tentang apa di Kota Pekalaungan?” sambungku.
“Bagaimana kalau kita membahas ini di rumah kamu besok siang?” kata Ali.

“Setuju,” jawabku dan yang lainnya.


Pada keesokan harinya, teman-teman anggota kelompok aku sudah datang didepan rumahku. Aku pun langsung mempersilahkan mereka untuk masuk. Setelah semuanya masuk, aku pun mengambilkan mereka makanan dan minuman. Aku pun langsung bergabung dengan teman yang lain.

“Jadi, kita akan mencari tentang apa di Kota Pekalaungan?” tanyaku.

Semuanya pun kelihatannya sedang mencari ide. Tidak beberapa lama kemudian, Naufal dengan beraninya menjawab.“Emm, bagaimana kalau kita mencari tahu lebih dalam tentang batik di Pekalaungan?” kata Naufal.
“Benar juga kata Naufal!” jawab Sheva. Dengan serempak yang lainnya menjawab dengan serempak.



“Kami setuju dengan pendapatmu, Naufal,” Naufal pun menjawab, “Terima kasih!”“Jadi, kita akan mencari tentang batik di mana?” tanya Ali.
“Bagaimana kalau kita mencari tahu di Museum Batik saja? Kan, letaknya dekat dengan rumah kita?” tanyaku.“Ya sudah. Kita mencari tahu di Museum Batik saja,” kata Naufal.



“Ya aku setuju!” kata Reza. Mendengar perkataan Reza, yang lainnya pun mengikutinya.Hari pun sudah mulai gelap. aku dan teman-teman akhirnya menyelesaikan kerja kelompok hari ini dan melanjutkannya pada esok harinya. aku pun berkata kepada teman-teman untuk pulang ke rumah masing-masing sebelum waktu maghrib tiba. “Teman-teman, kerja kelompok hari ini kita teruskan pada esok hari. Nanti kalian datang ke rumahku lagi pukul Sembilan pagi, ya!” kata aku. Teman-teman pun menjawab, “Ya sudah. Kami semua pulang dulu, ya!” kata Sheva.
“Assalamualaikum,” kata teman-teman.

“Waalaikumussalam,” jawabku.

Pada keesokan harinya, ternyata teman-teman sudah datang semua. Aku pun langsung mengajak mereka untuk masuk ke dalam rumah. Saat semuanya masuk, aku pergi ke dapur untuk mengambil minuman dan makanan ringan. Setelah dari dapur, aku langsung bergabung dengan teman-teman. Kami pun langsung mulai membahas pekerjaan kemarin. “Jadi, kita akan bertanya tentang apa pada saat di Museum Batik nanti?” tanyaku. Kelihatannya mereka bingung untuk menentukan pertanyaan. Tiba-tiba Reza mengeluarkan pendapatnya.

“Bagaimana kalau pertanyaan yang pertama adalah perbedaan antara batik pesisir dengan batik pedalaman?” ujar Reza.“Terus pertanyaan yang kedua adalah perbedaan antara batik tulis dengan batik cap?” sambung Reza. “Bisa juga itu!” jawab Ali. “Aku mau berpendapat. Bagaimana kalau pertanyaan yang ketiga adalah bagian-bagian dari canting dengan disertai fungsinya?” ujar Naufal. “Bisa juga itu!” jawab Ali.

Setelah pertanyaannya terkumpul dan disepakati, kami semua langsung berangkat ke Museum Batik. Setelah 15 menit lamanya, akhirnya kami semua sampai di Museum Batik dan langsung masuk. Kami pun disambut dengan baik oleh pegawai di sana. Kami dipandu oleh Mbak Lastri. Beliau mengajak kami semua berkeliling Museum Batik. Setelah selesai kami pun diajak ke ruangan untuk membatik. Kami diberi kain mori dan kami disuruh menggambar sketsa. Setelah menggambar sketsa, kami disuruh untuk menebalinya dengan cairan lilin malam. Dalam keadaan yang serius ini, ternyata terjadi perkelahian antara Reza dengan Sheva. Kami pun memisahkan mereka dan meminta mereka untuk menjelaskan apa yang terjadi.

Setelah mendengarkan penjelasan dari mereka berdua, dapat disimpulkan bahwa Reza tidak sengaja menyenggol tangan Sheva yang sedang memegang canting. Ternyata cairan lilin yang ada di canting tumpah ke tangan Sehva dan ternyata Sheva tidak terima yang mengakibatkan perkelahian. Mereka pun saling bersalaman dan memberi maaf. Setelah permasalahan tersebut selesai, akhirnya aku bertanya ke Mbak Lastri, “Mbak, aku mau bertanya. Apa perbedaan antara batik pesisir dengan batik pedalaman?” tanyaku. Mbak Lastri pun menjawab, “Batik pesisir cenderung memiliki warna yang cerah, sedangkan batik pedalaman cenderung memiliki warna yang gelap,” ujar Mbak Lastri.

“Mbak, aku mau bertanya. Apa perbedaan dari batik tulis dengan batik cap?” tanya Ali. Mbak Lastri pun menjawab, “Batik tulis cara pembuatannya dengan menggunakan canting, sedangkan batik cap cara pembuatannya menggunakan canting cap,” ujar Mbak Lastri.


“Mbak, aku mau bertanya. Apa bagian dari canting dan fungsinya?” tanya Naufal. Mbak Lastri pun menjawab, “Canting memiliki beberapa bagian, yaitu gagang, nyamplungan, dan cucuk. Gagang memiliki fungsi sebagai pegangan, cucuk memiliki fungsi sebagai tempat keluarnya lilin malam, dan nyamplungan berfungsi sebagai tempat lilin malam,” jelas Mbak Lastri.


“Anak-anak. Mbak mau berpesan kepada kalian semua. Sebagai anak muda bangsa, kalian harus menjaga kebudayaan batik yang asli sebagai kebudayaan Indonesia. Kalau bisa, kalian harus melestarikan kebudayaan batik jika sudah besar nanti!” kata Mbak Lastri. “Kalian bisa?” sambung Mbak Lastri.“Kami insya Allah bisa, Mbak!”

Karena hari sudah mulai gelap, akhirnya kami pulang untuk menyelesaikan tugas. Setelah sampai di rumah Reza, kami semua langsung membuat laporan tentang batik. Keesokan harinya, kami mengumpulkan laporan kami kepada Bu Eni. Tidak lama kemudian, Bu Eni mengumumkan siapa yang menjadi pemenang. Tiba-tiba, “Pemenangnya adalah kelompoknya Rizal!” kata Bu Eni. Kami sangat senang mendengarnya. Kami pun pulang dengan membawa hadiah dan penghargaan.


A.    Aspek Positif dan Negatif

 a.Dampak Positif dari Cerita Pendek (Cerita Fiksi) adalah :

1. Mencegah Depresi dan Mengurangi Stres

Karya fiksi memiliki sifat menghibur. Bagi kita sebagai pembaca cerita pendek mungkin akan memberikan kita suatu ketenangan dan relaksasi pada pikiran.

2.Meningkatkan Kemampuan Mengolah Emosi

Sebenarnya ketika kita membaca buku fiksi, kita sedang berlatih berimajinasi dan mengolah emosi diri kita sendiri. Ketika berimajinasi, otomatis emosi dalam diri kita pun akan bergejolak. Kadang sedih, kadang kesal, kadang bahagia. Kalau kita jeli, ini sebenarnya adalah permainan emosi, dimana emosi kita dilatih naik-turun – naik-turun seperti melatih otot lengan dengan sebuah barbel. Semakin sering emosi kita dipermainkan, kemampuan kita mengontrol emosi menjadi lebih baik.

3. Menambah Kemampuan Membaca Pikiran Orang Lain

Masih tersambung dengan poin nomor 2, emosi yang naik turun itu akan membuat pengindraan Kita semakin peka. Itu artinya, Kita akan lebih peka terhadap lingkungan, termasuk pada orang yang Kita ajak bicara. Secara tidak sadar, Kita akan memiliki kemampuan untuk membaca isi hati dan perasaan orang lain.

4.Memberikan pelajaran hidup.

5.Mengembangkan pola fikir dan pengembangan diri kepada kepribadian remaja.

6.Memperdalam serta mengambil ikhtisar educative dari pesan yang disampaikan.

7.Menimbulkan semangat belajar dalam peningkatan kajian sastra Indonesia.

8.Meningkatkan Kesehatan Psikis

9.Mudah  untuk bersosialisasi.

10.Melestarikan Suatu Budaya Bangsa dari adanya Cerita Fiksi tersebut



b. Dampak Negatif dari Cerita Pendek (Cerita Fiksi)

1.      Ketergantungan

Banyak dari penggemar Cerita Pendek/Cerpen menjadikan Cerpen seperti sebuah kebutuhan hidup yang harus dipenuhi.

2. Aplikasi terhadap sikap yang kurang baik dalam cerita/novel.

3. Bersifat empati dan berlebihan.

4. Menerapkan nilai-nilai yang kurang dibenarkan dalam etika hidup.

KESIMPULAN

Berdasarkan uraian pembahasan diatas dari cerpen diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa cerita pendek (cerpen) merupakan jenis karya sastra modern yang dihasilkan dan berkembang dalam kehidupan masyarakt modern. Cerpen ialah karangan pendek yang berbentuk  naratif. Dan merupakan cerita fiksi yang mengisahkan sepenggal kehidupan manusia, yang penuh pertikaian, mengharukan atau menyenangkan dan mengandung unsur yang tidak mudah dilupakan.
           


DAFTAR PUSTAKA

Cerpen Budaya, Tersedia pada Link : http://cerpenmu.com/cerpen-budaya/petualangan-mencari-tahu-tentang-batik.html [diakses 21 April 2016]